Amalan Salafus Shalih dan Para Habaib di Bulan Ramadhan

22 Feb 2026

Amalan Salafus Shalih dan Para Habaib di Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh keberkahan, ampunan, dan rahmat dari Allah ﷻ. Para salafus shalih dan para habaib (keturunan Rasulullah ﷺ yang dikenal dengan keilmuan dan ketakwaannya) telah mencontohkan berbagai amalan mulia untuk menghidupkan bulan suci ini dengan ibadah yang maksimal.

Berikut beberapa amalan yang biasa dijaga dan diamalkan oleh para salafus shalih dan habaib di bulan Ramadhan, lengkap dengan tulisan Arab dan artinya:

1. Memperbanyak Tilawah Al-Qur’an

Para ulama terdahulu seperti Imam Syafi'i dikenal mengkhatamkan Al-Qur’an berkali-kali selama bulan Ramadhan. Mereka menjadikan Ramadhan sebagai bulan Al-Qur’an.

Dalil:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ

“Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an.”
(QS. Al-Baqarah: 185)

Tilawah tidak hanya membaca, tetapi juga mentadabburi dan mengamalkan isi kandungannya.

2. Qiyamul Lail (Shalat Malam dan Tarawih)

Para habaib sangat menjaga shalat malam, baik tarawih maupun tahajud.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa yang melaksanakan qiyam Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

3. Memperbanyak Shalawat kepada Nabi ﷺ

Para habaib dikenal sangat menjaga dan memperbanyak shalawat, mengikuti jejak para ulama seperti Habib Umar bin Hafidz yang senantiasa menganjurkan memperbanyak shalawat terutama di bulan Ramadhan.

Bacaan shalawat:

اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

“Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan kepada keluarga junjungan kami Nabi Muhammad.”

Shalawat menjadi sebab turunnya rahmat dan dikabulkannya doa.

4. Memperbanyak Istighfar dan Taubat

Para salafus shalih menghidupkan malam Ramadhan dengan istighfar.

Bacaan istighfar:

أَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيمَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

“Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung dan aku bertaubat kepada-Nya.”

Terutama di sepuluh malam terakhir, mereka memperbanyak taubat dan munajat kepada Allah ﷻ.

5. Sedekah dan Memberi Makan Orang Berbuka

Rasulullah ﷺ adalah orang yang paling dermawan, dan lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan.

كَانَ رَسُولُ اللّٰهِ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ

“Rasulullah adalah manusia yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan.”
(HR. Bukhari)

Para habaib mencontoh akhlak ini dengan memperbanyak sedekah, membantu fakir miskin, serta menyediakan hidangan berbuka.

6. I’tikaf di Sepuluh Malam Terakhir

Para salaf dan habaib sangat menjaga i’tikaf untuk mencari Lailatul Qadar.

وَالْعَاكِفِينَ فِي الْمَسَاجِدِ

“(Dan janganlah kamu campuri mereka) sedang mereka beri’tikaf dalam masjid.”
(QS. Al-Baqarah: 187)

I’tikaf dilakukan dengan memperbanyak dzikir, doa, membaca Al-Qur’an, dan muhasabah diri.

Penutup

Amalan-amalan para salafus shalih dan habaib di bulan Ramadhan bukan sekadar rutinitas, tetapi wujud cinta dan penghambaan total kepada Allah ﷻ. Mereka menjadikan Ramadhan sebagai momentum penyucian jiwa, peningkatan iman, serta pendekatan diri kepada Allah dan Rasul-Nya ﷺ.

Semoga kita dapat meneladani kesungguhan mereka dalam beribadah dan meraih keberkahan Ramadhan. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.